: Wages for some Indonesian factory and warehouse workers remain among the lowest in East Asia, with some earning significantly below a livable wage.
"Pak, dengar-dengar bulan depan sistemnya diganti otomatis ya? Pakai scanner baru?" tanya Budi cemas.
The Indonesian workplace is heavily influenced by cultural norms that prioritize social harmony and hierarchy. For warehouse workers, this often manifests in ways that both support and hinder their well-being.
Budi mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan yang berdebu. Di dalam gudang logistik di pinggiran Jakarta ini, udara terasa seberat tumpukan kardus mi instan yang harus ia pindahkan. Jam dinding menunjukkan pukul empat sore—waktu di mana tubuh mulai berkhianat, namun target harian masih melambai jauh di depan.
Every “checkout” click lands on someone’s back. Respect isn’t just thanking drivers—it includes the hands that picked, packed, and labeled your goods in a hot, crowded warehouse at 2 AM.
Membicarakan karyawan gudang di Indonesia tidak lepas dari isu dan status kerja kontrak. Banyak dari mereka yang terjebak dalam siklus kontrak pendek (6 bulan hingga 1 tahun) yang menciptakan ketidakpastian masa depan.
Untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di gudang, perlu dilakukan upaya-upaya seperti: