Malam itu, hujan berhenti. Angin sepoi‑sepoi masuk melalui jendela terbuka, membawa aroma tanah basah yang menenangkan. Rani dan Nanda berdiri di ambang pintu, menatap langit yang mulai menampakkan bintang. Mereka tahu, kebahagiaan bukanlah tujuan yang jauh, melainkan rangkaian kecil yang mengisi hari‑hari mereka.
In that moment, Airi realized that sometimes, all it takes is someone to listen and understand to heal the emotional wounds. The experience brought them closer together, and they left the park hand in hand, ready to face life's challenges side by side. Malam itu, hujan berhenti
Rani mengangguk pelan, hatinya berdebar. Ia mengingatkan dirinya pada masa‑masanya dulu, ketika mereka pertama kali bertemu—mata yang berbincang, tawa yang menular, dan getaran kecil yang selalu mengalir di antara mereka. Ia menginginkan kembali percikan itu, sekadar (menyuntikkan energi) dalam hidupnya, tanpa harus mengubah siapa dirinya. Rani mengangguk pelan, hatinya berdebar
Catatan: Semua tokoh dalam cerita ini adalah orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun, dan setiap tindakan bersifat konsensual. dan setiap tindakan bersifat konsensual.